Rabu, 18 Januari 2012

Suprise, Syala la..

Hidayatul Mabrur
Salah satu pristiwa konyol yang cukup mendapatkan banyak perhatian media pada bulan November 2011 lalu adalah pristiwa yang banyak dijuduli dengan “Satpam vs Suster Ngesot”. Agak lucu memang kejadian ini, seorang mahasiswi yang diketahui berumur 20 tahun awalnya berniat ingin memberikan surprise kepada salah satu sahabatnya yang sedang berulang tahun, namun terpaksa harus dievakuasi ke rumah sakit lantaran ditendang oleh salah satu satpam penjaga apartemen setempat. Bagaimana tidak, mahasiswi yang berniat memberikan surprise tadi berdandan ala suster ngesot yang kemudian duduk (ngesot) didepan pintu lift, sontak saja disambut tendangan “super” si satpam pada beberapa bagian wajahnya. Kejadian ini terjadi pada subuah apartemen di Bandung pada Sabtu (10/11/2011). 

Come Forward, Youth.!

Hidayatul Mabrur 

Dalam beberapa tahun terakhir, isu ke-pemimpinan muda semakin senter terdengar dalam wacana kepemiminan di nasional. Mulai dari lingkup regional hingga ke perhelatan pemilu nasional wacana tersebut terus dianggap peting. Hal ini tampaknya baru dirasakan karena selama ini kita kian terjebak dalam stigma klasik, yang menyatakan bahwa seorang pemimpin itu harus “berumur”. Bahkan sebagian orang sepakat mengatakan bahwa sosok pemimpin yang ideal adalah mereka “kaum tua” yang sudah merasakan getirnya hidup. Benarkah? Ahh,, mitos, jika demikian, lantas yang menjadi pertanyaan apakah umur satu-satunya tendensi (tolak ukur) akan sebuah kualitas dan loyalitas? 

Jumat, 05 Agustus 2011

Menggapai Rezeki Melalui Keajaiban

Hidayatul Mabrur

Judul Buku : 7 Keajaiban Rezeki
Penulis : Ippho Santosa
Penerbit : Elex Media Komputindo
Jumlah Halaman : 190 Halaman
Harga : Rp. 84.800
ISBN : 9789792769234
My rating : 5 of 5 stars

Tidak sampai seminggu buku ini selesai saya baca. Buku ini berjudul 7 keajaiban Rezeki, karangan motivator dan pengusaha muda Ippo Santosa. Awalnya saya berfikir, ahh, paling sama seperti buku-buku motivasi lainnya, yang kalau baru-baru dibaca rasanya kita akan sangat bersemangat dan bergairah, namun beberapa hari setelah membacanya saya pastikan kembali lagi penyakit malasnya jika tidak mampu untuk istiqomah. Namun tidak dengan buku ini, Sungguh buku ini saya katakan memang benar-benar berbeda dan luar biasa. Secara penyajian, buku ini seakan berkomunikasi langsung kepada para pembacanya dengan sajian bahasa yang mudah dipahami, pilihan diksi yang merakyat, ulasan yang renyah, padat, to the point, tidak berbelit-belit dan berusaha menuntun para pembacanya untuk langsung segera merealisasikan dan mempraktekkannya. Mungkin inilah kenapa diberi judul keajaiban.

Warming Up Ramdhan, Yuk.! (Sebuah Coretan Menjelang Ramahdan 2011)

Oleh : Hidayatul Mabrur
Ada sebuah sabda (statemen) menarik yang bermuara dari hadis Rasulullah Muhammad SAW, saya anggap statemen ini paling menakjubkan, bahkan bisa jadi bagi orang yang tidak beriman ini dikatakan statemen edan. Haha.. Betapa tidak, mana ada agama yang menjanjikan ganjaran yang hanya cukup dengan “merasa senang” dengan kehadiran suatu bulan, lantas diberi ganjaran (pahala) syurga dan diharamkan atasnya dari jilatan api neraka. Yah, kurang lebih begitulah bunyi hadis yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i yang artinya “Barangsiapa yang bergembira datangnya bulan Ramadhan, diharamkan Allah jasadnya menyentuh api neraka”. Itu baru merasa senang loh, belum melakukan amalan apa-apa didalamnya, edan bukan?

Saya melihat disinilah letak salah satu dari ribuan keistimewaan yang terdapat pada bulan Ramadhan. Bulan yang digambarkan lebih baik dari pada seribu bulan itu-pun akan tiba dihadapan kita (QS; 3). Rasulullah SAW sebagai orang yang sudah diberi garansi masuk syurga saja masih selalu merindukan kehadiran bulan ini. Bahkan, dua bulan sebelum kehadiran ramadhan, yakni ketika akan memasuki bulan rajab beliau sudah bemunajat dan memohon kepada Allah SWT agar dipanjangkan umurnya sehingga dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan “Allohuma baariklanaa fi rajaba wa sya’bana, wabalighaa ramadhana”. Ya Allah, berikanlah keberkahan pada kami pada bulan rajab dan sya’ban, dan pertemukanlah (sampaikanlah) kami pada bulan ramadhan. 

Minggu, 24 Juli 2011

Curhatku; Seklumit Harapan; Kepada Kakak Kelas Baruku,!

Oleh : Feni (tugas MOS.!)
Perkenalkan kak, namaku feni, siswi baru disekolah ini. Tidak usahlah lagi aku ceritakan bagaimana kisah panjangku hingga bisa menjadi salah satu siswa di sekolah ini. Yang jelas, sama hal seperti kakak-kakak dahulu, penuh dengan cerita panjang yang semua itu terus menambah lembaran baru dalam sejarah kehidupan kita. Semoga sejarah kita sama yah kak, walau hanya terpaut oleh waktu. Hehe..


Kak, kadang aku tidak percaya kini aku udah jadi anak SMA,? Ya SMA, masa-masa yang dielu-elukan oleh sebagian remaja. tentunya masa-masa remajaku juga akan banyak kuhabiskan disekolah ini bersama teman-teman dan kakak-kakakku semua. masa kebocahan mustinya sudah harusku tinggalkan, guna menapaki episode baru dalam kehidupan yang menyandang predikat remaja. Huhuy, kini akupun beranjak dewasa, kak.! Haha.. bisa kah aku?


Lentera Hati

Hidayatul Mabrur

Suatu hari, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Alaa inna fil jasadi mudghah,idzaa shaluhat shaluha jasadu kulluhu waidzaa fasadat fasada jasadu kulluhu, alaa wahiyal qalbu". Ingatlah, sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dana apabila ia buruk maka buruklah seluruh tubuhnya. Tahukah kamu bahwa ia adalah hati. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis sederhanan ini seakan memberikan gambaran kepada kita betapa pentingnya fungsi hati dalam implikasinya terhadap tingkah-laku manusia. Hati ibarat panglima, yang mengatur tentara tentaranya. Ia memerintah anggota tubuh lainnya untuk berbuat atau tak berbuat sesuatu. Mata, telinga, lisan, tangan, kai dan seluruh anggota tubuh lainnya akan baik jika panglima yang bernama hati sudah terkondisikan dengan baik.

Eksploitasi Dalam Kontek Moral Ke-indonesiaan


Eksploitasi dalam arti kontekstual kekinian, disebutkan banyak referensi sebagai tindakan semena-mena, atau politik pemanfaatan yang secara sewenang-wenang atau terlalu berlebihan terhadap sesuatu subyek eksploitasi, sehingga terkesan hanya untuk mencapai kepentingan semata-mata tanpa mempertimbangan rasa kepatutan, keadilan serta kompensasi kesejahteraan (khususnya dalam kacamata ekonomi). Tindakan ini tanpa melalui persetujuan korban dan bersifat kerja pelayanan paksa. Dalam konteks luas biasanya dimanifestasikan dalam bentuk, perbudakan atau praktik serupa itu, penindasan, pemerasan, pemanfaatan fisik, seksual atau melawan hukum mentransplantasi organ jaringan tubuh, yang semua itu memanfaatkan tenaga atau kemampuan seseorang untuk mendapatkan keuntungan baik materiil maupun immateriil.